Merancang migrasi

Update: November 10th, 2009

Migrasi OSS bisa sesederhana mencoba makan bakso di pinggir jalan. Artinya, kita bisa take things for granted alias asal masuk dengan perut lapar, atau melalui penelitian panjang lebih dahulu. Apakah baksonya enak? Tampilannya bagus? Manfaat? Kompatibel (dengan perut kita)? Dan seterusnya.

Waktu migrasi pun bisa sangat singkat. Sebuah kantor swasta melakukan migrasi pada hari Sabtu/Minggu ketika pegawainya libur, sehingga hari Senin semuanya cukup mendapat training ringkas mengenai penggunaan sistem yang baru dan bagaimana mengakses file lama mereka. Di organisasi yang besar, migrasi bisa dirancang bertahap dengan banyak kehati-hatian sehingga perlu waktu 12 bulan.

Hampir seluruh pertanyaan pengguna awam mengenai migrasi ke OSS saat ini bisa dengan mudah dijawab dengan kata “ya” atau “bisa”. Sesuatu yang pada masa lalu perlu penjelasan lebih panjang. Saat ini, OSS seperti Linux sudah berkembang dari sudut pakai para programmer atau untuk penggunaan server ke penggunaan desktop untuk penggunaan sehari-hari.

Dokumen berikut ini bisa dijadikan rujukan untuk merancang migrasi:

  1. Novell migration white paper
  2. 504 halaman “Migration Guide” kbst.bund.de
  3. Riset dan rekomendasi EU/iDABC
  4. Dan dari tetangga Malaysia (lebih ringkes dibanding EU)

About this page.

No comments yet.
(To whisper, please log in!)